Kejutan dalam Kehamilan (count...)
Me-refresh sejenak isi blog saya yang diwarnai oleh homework dari Institut Ibu Profesional, sudah lama rasanya saya tidak mencurahkan isi pikiran dan hati di blog ini.
Sekarang kehamilan saya memasuki minggu ke-34 menuju 35. Jika dirunut kembali kejadian apa saja yang saya dan si bayi alami ternyata banyak yang belum diceritakan disini.
Minggu ke- 28
Sebenarnya hal ini sudah terjadi dari awal-awal masa kehamilan saya, keputihan. Saya sebenarnya sangat khawatir akan hal ini, karena keputihan sudah mencapai tahap keputihan yang berwarna putih susu kental dan kadang terasa gatal. Akhirnya keluhan ini saya adukan ke dokter, dan berakhir di kursi tindakan untuk membersihkan si Miss-V ini, ternyata keputihan yang saya alami sudah termasuk hampir parah, Sudah dikategrikan infeksi, hiks. Dokter pun langsung sigap membersihkan Miss-V saya dengan aat ccr bebek yang rasanya sedikit sakit dan geli. Sedikit info, jika keputihan dibiarkan begitu saja bisa mengakibatkan bayi lahir sebelum waktunya. karena kantung janin menjadi menipis akibat si jamur yang ada di vagina tadi, jadi lebih baik segera ditindak Ahamdulillah sekarang bye bye masalah keputihan
Minggu ke- 32
Kembali pemerikasaan rutin tiap dua minggu sekali, si kakak bayi berkembang pesat banget dengan BB sudah 2200 gram, dan diperkirakan HPL maju ke tanggal 29 Desember 2016. Namun posisi bayi melintang dan terlilit tali pusar satu kali, dan dokter menyarankan posisi sujud seama 20menit setiap hari. Bismillah nak, bunda bisa demi kamu yang menuju jaan ahir dan tidak sunsang lagi ya.
Minggu ke- 34
Sebelum kontrol lagi berharap BB bayi sudah bertambah dan tidak terjadi apa-apa. Karena seminggu sebelum kontrol saat itu gerakan si kakak bayi tidak sekencang biasanya, malah cenderung adem ayem, pikirku mungkin karena semakin besar sehingga gerakannya jadi susah Tetapi ternyata ketika di USG maah aneh, BB bayi tidak naik maahan turun jadi 2100gram dan ternyata air ketubannya sedikit, hiks. Entah apalagi ini Ya Allah, saya minum air itu bisa 5-6 liter sehari saking saya tidsk mau terjadi kejadian air ketuban dikit lagi. Dokter pun bingung ini kenapa, hiks. Di cek detak jantung ternyata sedikit kurang dari batas normalnya, akhirnya dokter menyuruh saya untuk rekam jantung si kakak bayi di ruang observasi. Selama diruang observasi saya di pasangi alat pendeteksi detak jantung janin di bagian perut, sambil saya memegang tombol kira-kira jika ada gerakan janin maka di tekan tombol tersebut. Tapi selama 15 menit itu tidak ada tanda-tanda gerakan si kakak bayi, hiks. Bidanpun mengatakan hasil rekamannya bagus, namun memang tidak ada gerakan bayi maka dibawa lagi hasil tsb ke Dokter dan Dokter menyaraknan untuk suntik pematangan paru-paru. Jujur saya sangat sedih saat itu, takut terjadi apa-apa dengan si kakak bayi. Mengapa harus disuntik pematangan paru-paru kami hanya menerka-nerka saja. setelah disuntik itu, direkam lagi detak jantungnya dan pergerakannya, Alhamdulillah detak jantung normal dan ada dua kali pergerakan bayi. Akhirnya dokter memutuskan untuk kami boleh pulang dan kembali lagi besoknya untuk suntik pematangan paru-paru lagi. Dan kembali kontrol ke dokter seminggu kemudian. Kami hanya bisa pasrah pada Allah semoga si kakak bayi selalu sehat dan lahir dengan kondisi fisik dan mental yang sempurna. Semoga Allah selalu melindungi kami.
Jujur saja, kehamilan ini diwarnai banyak hal, saya sendiri tidak tau apa yang akan terjadi kedepannya. Hanya Allah yang tau, Allah yang memberi, Allah yang menentukan, kami hanya bisa menjalani dengan ikhtiar dan tawakal.
Semoga si baby K bisa tumbuh sehat ya Allah, seperti sekarang ini yang lagi banyak bergerak di dalam perut bundanya.

Comments
Post a Comment