Kenapa Ibu Harus Bisa Memasak? Padahal Itu Rumah Tangga Bukan Rumah Makan?

Bismillahirrahmanirrahim....

Bismillahirrahmanirrahim...
Kenapa ibu harus bisa masak? Padahal itu rumah tangga bukan rumah makan?
.
.
Berkeluarga membuat saya jadi jauh lebih berfikir bahwa memasak bukan sekedar pelepas rasa lapar semata, ternyata banyak hal yang bisa dipelajari. Antara lain:

1. Ibadah
 Apakah kalian menyadari bahwa kegiatan memasak ini ternyata bisa sekaligus menjadi kegiatan ibadah? Sebagai seorang muslimah kita diamanahkan untuk bertanggung jawab atas rumah kita dan menyiapkan makanan kepada semua orang yang ada di dalamnya. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan ditanya tentang kepemimpinannya. Penguasa adalah pemimpin, seorang laki-laki adalah pemimpin atas keluarganya, wanita adalah pemimpin atas rumah suaminya dan anak-anaknya. Jadi, setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan ditanya tentang kepemimpinannya.” (HR. Bukhari).
Begitupun juga ketika memasak kita menjadi mensyukuri nikmat Allah Ta'ala:
Pernahkah kamu perhatikan benih yang kamu tanam? Kamukah yang menumbuhkannya ataukah Kami yang menumbuhkan?” (Qs. Al Waqi’ah: 63-64) (https://muslimah.or.id/194-dapurku-surgaku.html). .

2. Hemat
Kita sama-sama tau bahwa makan diluar itu menghabiskan biaya yang banyak. Satu porsi makanan bisa saja mencapai ratusan ribu. Kalau dimasak sendiri malahan bisa berporsi-porsi hasilnya. Kita tau bahan yang digunakan dan sehat. Ya walaupun sesekali masih jajan diluar ketika bosan. .

3. Disayang keluarga.
Tak jarang melihat suami dan anak begitu nikmatnya menyantap makanan sambil terus memuji makanan kita memberi keberkahan tersendiri. Jujur membuat saya merasa semakin dicintai. .
.
InsyaaAllah untuk muslimah yang masih belajar masak untuk keluarga semoga bisa terus rajin dan tidak patah semangat mencoba terus.

Comments

Popular Posts