The best gift from Allah on my 25th birthday ♥
Rasanya gak terlalu berlebihan kalau hadiah terindah dari Allah diusiaku yang ke 25 adalah suamiku Muhamad Ibnu Sina. I married with super duper lovable man !
Usia memang bukan patokan untuk mengukur kedewasaan yaa, aku menikah diusia 23 tahun 8 bulan, dan suamiku menikah diusia 22 tahun 9 bulan. Sudah pas untuk ukuran wanita, namun sangat muda untuk usia pria. Hahaha itu adalah pernyataan orang-orang, namun bagiku tetap suamiku-lah yang memiliki pemikiran yang lebih dewasa dariku.
![]() |
| on my wedding reception in Padang, August 16th 2014 |
Hubungan kami gak jauh-jauh dari yang namanya LDR-LDM alias Long Distance Relationship-Long Distance Marriage. Dulu semasa berkomitmen selama kurang lebih 2 tahun (karena gak ada acara pernyataan cinta jadi nyebutnya masa-masa komitmen) paling bisa diitung dengan jari berapa kali kami bertemu.
Kami bertemu di sebuah National Conference AIESEC Indonesia 2011 di Surabaya, aku dari AIESEC UNAND dan suamiku dari UNDIP. Singkat cerita tidak ada sesuatu yang istemewa dari pertemuan kami, tapi silahturahmi tetap berjalan didunia media sosial (email/bbm/twitter/facebook). Naaah... singkat ceritanya lagi, kita dekat ketika aku sering nanya mengenai current situation di AIESEC UNDIP nya waktu aku pengen apply higher position di UNAND. Ondeeee mandeee...ternyata per-bbm-an berlanjut dari profesional ke personal. Eng ing eng jadi deket deeeeh.
Awalnya aku meragukan hubungan ini, aku gak pernah cocok dengan LDR (anaknya manja) hahah. Tapi yaa kita go with the flow aja deh, sampailah saling nyaman satu sama lain selama 2 tahun lebih.
Setelah suamiku mendapatkan pekerjaan dan aku memutuskan untuk melanjutkan study S2 di Magister Sains dan Doktor FEB UGM, kami berkomitmen untuk menikah dipertengahan kuliahku sekitar akhir semester 3.
Taaaapiiiiii takdir Allah berkata lain, pernikahan adalah menyatukan 2 keluarga besar dan keputusan itu harus di diskusikan dengan kedua keluarga besar juga.
Karena kedua orang tua aku dan suamiku sudah mempercayai mas Ibnu untuk menjagaku yang "tinggal sendirian di tanah Jawa", alasannya agar aku bisa dikunjungi terus oleh mas Ibnu secara Halal, maka disepakatilah pernikahan dilaksanakan tanggal 16 Agustus 2014 disaat libur menuju semester 2, maju 6 bulan dari rencana kami berdua.
Alhamdulillaah ya Allah, akhirnya kami resmi menjadi pasangan suami istri di hadapan Allah dan catatan sipil Indonesia.
Maka berlanjutlah hubungan LDR ini menjadi LDM. Rasanya? Jauuuuuuuuhhhh lebiiih bweeerwwaaaat nahan kangeennyaaa dari pada cuma LDRan aaaakkkkkkhhhhh.....
Eh, tapi sebentar lagi insyaAllah LDM akan berakhir kooo, doakan ujian thesis berjalan lancar supaya bisaa ndusel ndusel suami tiap hari lagi!


Comments
Post a Comment